Wys tans plasings met die etiket pemeriksaan payudara. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket pemeriksaan payudara. Wys alle plasings

Maandag 10 Junie 2013

Diagnosis Kanker Payudara

Penelitian terkait Modern Cancer Hospital Guangzhou menunjukkan bahwa tingkat insiden kanker payudaramenempati penyakit di seluruh tubuh sebesar 10%, merupakan musuh utama kesehatan kaum wanita. Tetapi banyak kaum wanita tidak memahami kanker payudara, oleh karena itu tidak segera diobati. Sewaktu masuk rumah sakit sudah kehilangan kesempatan pengobatan yang terbaik. Jadi, harus bagaimana mendiagnosa apakah mengidap kanker payudara atau bukan? Apa saja metode pendiagnosaan kanker payudara?

  Metode Mendiagnosa Kanker Payudara

  1.Pemeriksaan USG : USG dapat menjadi pemahaman yang jelas akan kondisi jaringan kelenjar payudara, perbatasan, ada tidaknya benjolan, ukuran, bentuk dan sifat (kistik atau padat) untuk identifikasi yang lebih handal akan jinak-ganasnya tumor. Ketepatan diagnosa USG buat kanker payudara berusia 30 tahun adalah 80-85%. Kanker menginfiltrasi jaringan disekitarnya dan membentuk echogenic band, struktur normal payudara akan rusak. Akan timbul gejala seperti penebalan kulit di atas benjolan tersebut atau mencekung, ini menjadi indeks penting diagnosis kanker payudara. USG tidak berbahaya, dapat diterapkan berulang kali.
  2.Thermal Image Inspection : gambar aplikasi menunjukkan distribusi suhu permukaan dikarenakan perkembangbiakkan sel kanker cepat, pembuluh darah juga bertambah banyak, dan peningkatan suhu permukaan benjolan, artinya suhu permukaan yang sesuai lebih tinggi dari jaringan disekitarnya, perbedaan ini bisa dijadikan sebagai diagnosa. Namun cara diagnosa seperti ini kurang standar gambar yang tepat, thermal anomaly dan tumor tidak sesuai, tingkat kecocokan diagnosa rendah, sehingga beberapa tahun terakhir ini jarang diterapkan.
  3.CT Scan : dapat digunakan pada posisi lesi kelenjar payudara sebelum biopsy dibagian yang tidak dapat disentuh, memastikan diagnosa kanker payudara sebelum operasi, periksa zona payudara, aksiler dan ada tidaknya pembengkakan di internal kelenjar getah bening susu, membantu menentukan rencana pengobatan.
  4.Tumor markers checked : dalam proses karsinogenesis, diproduksi oleh sel tumor, sekresi, langsung melepaskan komposisi jaringan sel dan antigen, enzim, hormone atau keberadaan bentuk metabolit di dalam sel tumor atau di dalam cairan tubuh. Zat semacam ini disebut tumor marker. Metode pemeriksaannya terdiri dari : Carcinoembryonic antigen (CEA), feritin, monoclonal antibody, dll.
  5. Biopsi : kanker payudara harus ditetapkan diagnosis sebelum memulai pengobatan. Meskipun sekarang banyak metode pemeriksaan, tetapi sampai sekarang hanya hasil patologi biopsy yang menjadi satu-satunya dasar penentuan diagnosa.
  (1)Biopsi Aspirasi : cara ini sederhana, cepat, aman dapat menggantikan bagian jaringan insisi pembekuan, tingkat positifnya tinggi diantara 80-90%, selain itu juga bisa digunakan untuk anti kanker skrining. Jika diagnosa klinis adalah ganas dan laporan sitologi jinak atau mencurigakan, harus melakukan biopsy bedah untuk memastikan diagnosa.
  (2)Biopsi Insisi : dikarenakan metode ini mudah menyebabkan proliferasi tumor karsinoid, umumnya metode ini tidak dianjurkan. Metode ini hanya diterapkan pada kanker stadium lanjut untuk menentukan jenis patologi.
  (3)Biopsi Eksisi : adalah pengangkatan tumor di jaringan tertentu disekitarnya dan diduga tumor ganas. Umumnya direseksi dari tepi tumor minimal sekitar 1cm.

  Bagaimana Mendiagnosa Sendiri Kanker Payudara ?

  1.Pemeriksaan sewaktu mandi
  Sewaktu mandi, bagian dada disabunin dahulu untuk mempermudah pemeriksaan. Sewaktu pemeriksaan, satu tangan dibelakang kepala, satu jari diluruskan dan gerakkan jari tangan dengan gerakan memutar, teliti semua daerah bagian payudara, lihat apakah ada benjolan, gunakan cara ini untuk memeriksa satu sisinya lagi.
  2.Pemeriksaan di depan cermin
  Berdiri di depan cermin, kedua tangan direntangkan ke bawah, lihat dari luar apakah payudara normal atau tidak, ada tidaknya pencekungan puting susu dan penyusutan kulit, gejala pembengkakan, cubit perlahan puting susu ada tidaknya sekresi. Periksa bawah ketiak, ada tidaknya pembengkakan kelenjar getah bening. Terakhir, lakukan berulang kali dengan kedua tangan diangkat tinggi-tinggi ke atas melewati kepala.

  Diagnosis Kanker Payudara Harus Diidentifikasi Dengan Penyakit Berikut

  1.Payudara Fibroadenoma : sering ditemukan pada wanita berusia muda, bentuk tumor umumnya bulat atau oval, batasnya jelas, perkembangannya lambat. Bagi wanita yang berusia di atas 40 tahun, rajinlah melakukan pemeriksaan Fibroadenoma agar bisa menghindar dari kemungkinan terjadinya tumor ganas.
  2.Payudara Kistik Hiperplasia : sering ditemukan pada wanita berusia muda. Ciri-cirinya adalah payudara terasa nyeri, periodik, berhubungan dengan siklus menstruasi.
  3.Plasma Sel Mastitis : adalah aseptic peradangan jaringan payudara. Di klinis menunjukkan peradangan akut lebih dari 60%. Jika benjolan membesar kulit akan mengalami perubahan seperti kulit jeruk. 40% pasien mulai mengalami peradangan kronis. Gejalanya seperti benjolan pada periareola, perbatasannya tidak jelas, kulit adhesi dan puting susu mencekung.
  4.Payudara Tuberculosis : peradangan kronis di jaringan payudara yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Terjadi pada wanita berusia muda. Jangka waktu sakitnya agak lama, perkembangannya lambat. Bagian tertentu pada payudara ada benjolan, benjolannya agak keras, daerah tertentu kemungkinan ada fibrosis. Batas tumornya kadang-kadang tidak jelas, kadang-kadang terasa sakit, tetapi tidak periodik.
  Dikarenakan tekanan kerja yang berat, mempengaruhi tingkat endokrin, mengakibatkan berbagai macam penyakit payudara timbul. Oleh karena itu, kanker payudara makin dekat dengan kita. Disini, ahli Modern Cancer Hospital Guangzhou menyarankan kepada semua kaum wanita agar setiap tahun melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit.

Kanker Payudara

Apa itu Kanker Payudara ?
Kanker payudara adalah penyakit yang ditandai adanya pertumbuhan sel abnormal dari payudara yang tumbuh cepat, dimulai dari sistem saluran kelenjar susu, kemudian tumbuh menyusup ke bagian lain melalui pembuluh darah dan pembuluh getah bening, akibatnya dapat menyerang seluruh bagian tubuh (metastasis).

Apa penyebab Kanker Payudara ?
Umumnya kanker payudara lebih sering ditemukan pada pasien dari keluarga yang memiliki riwayat penderita kanker payudara. Faktor risiko lainnya adalah gangguan hormonal (baik esterogen maupun androgen) yang menyebabkan terlambat menopause, dan periode menstruasi yang lama. Estrogen merupakan salah satu penyebab terjadinya kanker payudara. Selain itu, perubahan gaya hidup modern dapat pula menyebabkan terjadinya kanker payudara pada usia muda.

Bagaimana gejalanya ?
  • Benjolan pada payudara
  • Adanya benjolan atau massa di ketiak
  • Perubahan ukuran dan bentuk payudara
  • Keluarnya cairan yang abnormal dari putting susu, maupun bagian kecoklatan payudara (areola)
  • Payudara tampak kemerahan
  • Kulit di sekitar putting susu nampak bersisik
  • Puting susu tertarik ke dalam, atau terasa gatal
  • Nyeri pada payudara, atau terjadi pembengkakan pada salah satu payudara

Bagaimana diagnosisnya ?
  • Mamografi - Merupakan pemotretan pada payudara dengan alat khusus menggunakan radiasi ringan sinar-x  yang dapat mendeteksi tumor sangat kecil yang tidak teraba oleh dokter sekalipun. Selain itu, bermanfaat dalam menemukan lesi berukuran sangat kecil, sampai 2 mm, yang tidak teraba dalam pemeriksaan klinis (biasanya berukuran di bawah 1 cm).
  • Biopsi
  1. Fine-needle aspiration Biopsy - Dokter dapat menggunakan jarum tipis untuk mengambil sel atau cairan dari benjolan pada payudara
  2. Core biopsy - Dokter menggunakan jarum yang lebar untuk mengambil sampel dari jaringan payudara
  3. Skin biopsy - Bila ditemukan perubahan pada kulit payudara, dokter akan mengambil sedikit sampel dari kulit
  4. Surgical biopsy - Ahli bedah akan mengambil contoh jaringan payudara
  • Pemeriksaan Biomarker pada jaringan payudara - Berupa pemeriksaan penanda biokimia pada jaringan payudara (yang diperoleh dari hasil biopsi), yang dihasilkan selama terjadi abnormalitas pada tubuh dapat membantu menetapkan diagnosis kanker payudara.
  • Pemeriksaan reseptor hormon - Seperti sel sehat lainnya, tumor payudara memerlukan hormon untuk tumbuh. Tumor ini memiliki reseptor untuk hormon estrogen, progesteron atau keduanya. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor payudara memiliki reseptor tersebut maka terapi hormon adalah pilihan terapi yang paling direkomendasikan.
  • Pemeriksaan Her2/neu (Human Epidermal Growth Factor Receptor – 2) - Protein Her2/neu ditemukan pada beberapa jenis sel kanker. Pemeriksaan ini menunjukkan apakah jaringan memiliki protein her2/neu atau kopi gen yang berlebih. Bila tumor payudara memiliki jumlah her2/neu dalam jumlah berlebih, terapi tertarget (targeted therapy) bias menjadi salah satu pilihan pengobatan. Untuk mendapatkan hasil membutuhkan waktu beberapa minggu. Hasil pemeriksaan ini dapat membantu dokter memutuskan pengobatan yang tepat.

Pengobatan yang dilakukan
  • Radioterapi, pada payudara dan daerah ketiak dilakukan serangkaian radiasi berdosis ringan untuk membunuh sel kanker. Radiasi dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker yang tersisa pasca operasi.
  • Kemoterapi (chemotherapy), pengobatan dengan obat-obatan anti kanker untuk mencegah pembiakan sel-sel kanker. Bias dilakukan terpisah, ataupun disertai dengan bedah atau radioterapi. Kemoterapi bias menimbulkan efek samping berupa rasa mual, rambut rontok dan kehilangan tenaga.
  • Terapi hormon, sasaran dari terapi hormon adalah mencegah estrogen memperparah sel kanker yang ada, dengan menyeimbangkan hormon. Seperti diketahui, hormon esterogen merupakan salah satu faktor yang bertanggung jawab terhadap risiko terjadinya kanker payudara. Pada terapi hormon terdapat beberapa golongan obat yang digunakan, antara lain adalah golongan antiesterogen, salah satunya adalah tamoksifen.
  • Terapi antibodi monoklonal (Monoclonal Antibody drug), terapi inovasi baru untuk mengatasi kanker dengan meningkatkan imunitas tubuh untuk mengatasi perkembangan sel kanker. Obat-obatan golongan antibodi monoklonal, seperti Rituximab membuat sel kanker akan lebih dikenali oleh sistem imun, sedangkan Cetuximab bekerja menghambat ikatan antara growth factor dengan reseptor pada sel. Selain itu, kombinasi obat antibodi monoklonal dengan partikel radioaktif (terapi radiasi) dapat menghantarkan radiasi langsung tepat sasaran pada sel kanker. Hal ini digunakan untuk memastikan  radiasi tersebut tidak merusak sel yang sehat.

Pencegahan yang dapat dilakukan
Melakukan deteksi sejak dini
- Pemeriksaan payudara sendiri
  • Amati !
Lakukan pemeriksaan dengan berdiri di depan kaca, lengan terletak di samping badan. Perhatikan bentuk dan ukuran payudara. Jika ukuran satu dengan yang lainnya tidak sama, hal itu adalah hal yang normal.
Kemudian, perhatikan juga bentuk putting dan warna kulit. Lakukan hal yang sama dengan posisi tangan yang berbeda-beda (kedua tangan diangkat, tangan diletakkan di pinggang, atau badan sedikit membungkuk). Lakukan hal ini waktu mandi atau sedang bercermin sehingga Anda dapat mengenali bentuk payudara Anda.
  • Rasakan !
Berbaring dengan bantal di bawah pundak kiri. Letakkan tangan kanan di belakang kepala membentuk sudut 90 derajat. Gunakan 3 jari tangan kiri Anda untuk merasakan benjolan atau penebalan kulit pada payudara. Tekan dengan baik payudara Anda. Pelajari bagaimana rasa payudara Anda pada biasanya.

Langkah ini memastikan Anda telah menjelajahi seluruh area dan membantu Anda mengingatkan bagaimana keadaan payudara Anda. Bila merasa ada perubahan, segera hubungi dokter.

Dampak yang ditimbulkan oleh Kanker Payudara
Jika tidak cepat diatasi, kanker ini akan menyebar ke bagian tubuh lain.

sumber: http://prodia.co.id/penyakit-dan-diagnosa/kanker-payudara